Kuliah ke luar negeri itu impian banyak orang, tapi kalau bisa kuliah sambil “numpang” ibadah di Tanah Suci, itu baru namanya paket lengkap! Belakangan ini, Arab Saudi bukan lagi cuma jadi tujuan umrah atau haji, tapi sudah bertransformasi jadi destinasi pendidikan kelas dunia. Lewat visi Saudi 2030, pemerintah mereka benar-benar jor-joran kasih beasiswa buat mahasiswa internasional, terutama buat kita yang dari Indonesia. Kenapa sih Universitas di Arab Saudi makin favorit? Selain fasilitasnya yang mewah banget (serius, asramanya kayak hotel!), uang sakunya pun nggak main-main.
Kamu bisa fokus belajar tanpa pusing mikirin biaya kosan atau makan. Ditambah lagi, kualitas pendidikannya sekarang sudah nangkring di jajaran top dunia, bukan cuma urusan agama aja loh. Berikut ini adalah 6 universitas di Arab Saudi yang paling diincar oleh calon mahasiswa asal Indonesia untuk tahun akademik 2026.
1. Universitas Islam Madinah (UIM)
Kalau ngomongin kuliah di Saudi, Universitas Islam Madinah (UIM) pasti jadi urutan nomor satu di hati santri Indonesia. Lokasinya yang cuma selemparan batu dari Masjid Nabawi bikin kampus ini punya daya tarik spiritual yang luar biasa.
Di tahun 2026 ini, UIM masih jadi primadona karena sistem beasiswanya yang super komplit. Nggak cuma dapat gratis SPP dan asrama, kamu juga bakal dapat tiket pesawat pulang-pergi tiap tahun buat mudik. Meski terkenal banget sama jurusan Syariah dan Hadits, UIM sekarang sudah buka jurusan umum kayak Teknik, Sains, dan Komputer buat mahasiswa internasional. Jadi, buat kamu yang mau jago coding tapi tetap pengen salat lima waktu di Nabawi, ini tempatnya.
2. King Saud University (KSU)
Pindah ke ibu kota Riyadh, ada King Saud University yang merupakan universitas tertua dan salah satu yang paling bergengsi di Arab Saudi. Di tahun 2026, KSU menduduki peringkat yang sangat impresif di QS World University Rankings, bahkan masuk dalam deretan kampus top dunia.
KSU itu ibaratnya “UI-nya Arab Saudi”. Fasilitas risetnya gila-gilaan dan perpustakaannya sangat modern. Mahasiswa Indonesia banyak yang mengincar KSU karena koneksi industrinya yang kuat di Riyadh. Kalau kamu tertarik ambil bidang Kedokteran, Teknik, atau Bisnis, KSU adalah pilihan paling prestisius. Oh iya, lingkungan di Riyadh sekarang jauh lebih terbuka dan modern, cocok buat kamu yang suka suasana kota besar.
3. King Abdulaziz University (KAU)
Terletak di Jeddah, kota pelabuhan yang punya suasana lebih santai dan dekat dengan Laut Merah, King Abdulaziz University (KAU) sering banget disebut sebagai kampus terbaik di Arab Saudi versi pemeringkatan internasional.
KAU sangat royal dalam memberikan beasiswa penelitian bagi mahasiswa pascasarjana (S2 dan S3). Mahasiswa Indonesia yang kuliah di sini biasanya merasa lebih “betah” karena Jeddah adalah kota yang paling beragam secara budaya. Selain itu, akses ke Mekkah dari Jeddah cuma butuh waktu sekitar satu jam perjalanan darat. Bayangkan, kamu bisa kuliah di kampus kelas dunia di hari kerja, dan berangkat umrah setiap akhir pekan!
Baca Juga:
Cara Menghadapi Ujian Sekolah dengan Tenang dan Efektif
4. Umm Al-Qura University (UQU)
Siapa yang nggak mau tinggal di Mekkah? Umm Al-Qura University menawarkan kesempatan langka bagi mahasiswa internasional untuk menimba ilmu di kota paling suci bagi umat Islam. Kampus ini punya sejarah panjang dan sangat kuat di bidang Bahasa Arab dan Studi Islam.
Namun, UQU nggak cuma soal agama. Mereka punya fakultas teknik dan kedokteran yang juga unggul. Salah satu syarat unik yang sering ditanyakan mahasiswa Indonesia adalah keharusan memiliki mahram bagi mahasiswi yang ingin kuliah di sini. Di tahun 2026, persaingan masuk UQU tetap sangat ketat karena kuota untuk mahasiswa asing terbatas, tapi fasilitas yang didapatkan—terutama kedekatan dengan Masjidil Haram—memang sebanding dengan perjuangannya.
5. King Abdullah University of Science and Technology (KAUST)
Kalau kampus-kampus sebelumnya punya nuansa Arab yang kental, KAUST ini beda cerita. KAUST adalah universitas khusus pascasarjana (S2/S3) yang sangat internasional dan menggunakan bahasa Inggris sebagai pengantar utama. Lokasinya ada di Thuwal, sebuah kawasan eksklusif di tepi laut.
KAUST itu “Surganya Peneliti”. Mahasiswanya diberikan uang saku tahunan yang bisa mencapai 30.000 USD (sekitar 450 juta rupiah lebih!), asrama yang lebih mirip apartemen mewah, dan asuransi kesehatan kelas satu. Di sini, kamu bakal ketemu ilmuwan dari seluruh dunia. Kalau kamu anak sains yang punya IPK di atas 3,5 dan skor TOEFL/IELTS yang oke, KAUST wajib masuk wishlist kamu. Lingkungan di dalamnya sangat bebas dan akademik banget, beda dari stereotip Arab Saudi pada umumnya.
6. Princess Nourah bint Abdulrahman University (PNU)
Khusus buat para wanita hebat di Indonesia, Princess Nourah University (PNU) adalah destinasi impian. Ini adalah universitas khusus wanita terbesar di dunia yang terletak di Riyadh. Kampusnya sangat luas sampai-sampai mereka punya kereta automated people mover (APM) sendiri di dalam kampus!
PNU menawarkan beasiswa penuh yang mencakup semuanya. Program-programnya sangat relevan dengan kebutuhan industri masa kini, mulai dari Desain, Keperawatan, hingga Teknologi Informasi. Keamanan dan privasi di sini sangat terjamin, bikin orang tua di Indonesia nggak perlu khawatir melepas anak perempuannya kuliah jauh-jauh. Di tahun 2026, PNU makin populer karena mereka terus membuka diri bagi mahasiswi internasional untuk bergabung dalam program-program inovatif mereka.
Tips Sukses Kuliah di Arab Saudi Tahun 2026
Buat kamu yang mulai tertarik, ada beberapa hal yang harus disiapkan dari sekarang. Arab Saudi sangat selektif soal nilai akademik, jadi pastikan ijazah kamu punya nilai yang “Sangat Baik” atau Jayyid Jiddan.
Selain itu, mulai tahun 2026, proses pendaftaran biasanya dilakukan satu pintu lewat portal resmi pemerintah Saudi yang menyatukan semua universitas. Jangan lupa siapkan dokumen seperti SKCK, surat keterangan sehat, dan paspor yang masa berlakunya masih panjang. Belajar bahasa Arab dasar bakal jadi nilai plus, tapi jangan berkecil hati kalau belum lancar, karena banyak kampus yang menyediakan program persiapan bahasa (I’dad Lughawi) selama satu tahun sebelum kamu mulai kuliah inti.
Kuliah di Arab Saudi bukan cuma soal gelar, tapi juga soal pengalaman spiritual dan jaringan global yang bakal kamu dapatkan. Jadi, mana kampus yang jadi incaranmu?